Review K-Movie " I Saw The Devil "

Diposting oleh Jesica Desy pada 11:32, 02-Des-15 • Komentar (17)
Ngisi waktu luang tiba-tiba pengen ngreview korea movie yang judulnya " I Saw The Devil "

Menurutku tema film ini standart aja, dan bisa dibilang umum karna sudah sering dipakai di film-film thriller lainnya.
Tapi meskipun standart, sutradara film ini Kim Ji-Woon sukses membuat alur cerita sederhana dan dibalik kesederhanaannya itu, ditutupi dengan amarah, dendam, dan kebencian.

I Saw The Devil memiliki karakterisasi yang bagus. Di awal filmnya hubungan sepasang suami istri yang romantis ditunjukkin dengan sangat to the point. Tanpa bertele-tele, cepat dan tepat. Dan aku bisa merasakan penderitaan sang tokoh utama ketika tau apa yang menimpa istrinya.
Film ini benar-benar nunjukin rasa sakit yang amat sangat saat kehilangan seseorang. Film ini pun membuat aku merasakan apa itu kemarahan dan dendam yang luar biasa, dan saat menontonnya aku mulai tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat ataupun menjudge ketika seseorang yang lembut seperti malaikat tiba-tiba berubah menjadi iblis.

Yang bikin aku salut dengan film ini tu yah, biasanya film-film setipe kayak gini >> marah, ngejar, nangkep, disiksa, dibunuh.
Nah difilm ini agak beda.
Mungkin saking marah dan dendamnya, Si tokoh utama seolah "bermain" dengan tokoh antagonis.
Tangkap, siksa, lepas. Lalu ditangkap, siksa, lepas lagi.
Dan yang bikin aku gregetan, si tokoh antagonis ini loh gak pernah jera ngulangin kejahatan padahal tubuhnya masih dalam keadaan luka dan lemah.

Sinopsis lengkapnya seperti ini....

Bercerita tentang Kyung Chul seorang psikopat yang menjadi pembunuh dan tak segan memutilasi korbannya.
Kyung Chul membunuh Joo yeon seorang istri anggota agen rahasia pemerintah Korea yang bernama Soo Hyun.

Berawal dari Yeon yang mengalami ban pecah ditengah hujan salju. Tiba-tiba ada seorang pria yang menawarkan bantuan (Kyung Chul). Yeon menolak dengan baik-baik dan mengatakan bahwa ia sudah memanggil mobil derek. Tapi Chul tetap ngotot membantu memeriksa ban pecah tadi. Tingkah lakunya sungguh mencurigakan. Dia pun kembali ke mobilnya agak lama.

Yeon mulai curiga, ia menyorotkan lampu mobilnya kearah mobil Chul. Tiba-tiba sosok Chul ada didepan mobil dan menghantamkan pipa ke kaca mobil Yeon. Terang aja Yeon teriak-teriak panik. Chul berhasil masuk kemobil dan memukul kepala Yeon dengan palu hingga pingsan.



Yeon terbangun dalam keadaan berlumur darah dan telanjang, hanya ditutupi selembar plastik bening. Chul mendekati Yeon untuk mengikatnya kemudian memilih-milih pisau jagal. Yeon merintih dan memohon atas nyawanya agar jangan dibunuh. Chul bertanya kenapa. Yeon menjawab bahwa dirinya sedang hamil dan kembali memohon. Tanpa banyak kata lagi, Chul langsung mencincang tubuh Yeon.


Setelah kejadian itu, seorang anak kecil menemukan sepotong telinga di kantong plastik. Kejadian itu membuat gempar dan diadakan pencarian potongan tubuh lainnya. Akhirnya tim forensik menemukan potongan kepala Yeon disungai.
Para wartawan dan warga sekitar yang sudah ramai menunggu pun semakin heboh ingin melihat potongan kepala itu.
Ayah Yeon seorang mantan kepala polisi turut panik saat mengetahui putrinya tewas mengenaskan. Dan tentu saja Soo Hyun sangat terpukul dengan kematian istrinya.

Hyun berjanji akan membalas pelaku mutilasi itu berlipat kali lebih menyakitkan. Dan dia pun mendapat informasi dari ayah Yeon kalau ada 4 orang yang dicurigai sering melakukan pembunuhan mutilasi. Hyun pun segera beraksi mendatangi satu persatu tersangka untuk mencari pelaku sebenarnya.



Nah... Tibalah pencarian Hyun pada tersangka Chul yang bekerja sebagai sopir antar jemput anak sekolah.
Hyun menggeledah rumah tinggal Chul dan menemukan banyak tas wanita, bra, dan sepatu wanita dilemari.
Hyun semakin yakin bahwa Chul adalah pelakunya. Ketika sedang sibuk menggeledah, sebuah pintu di rumah kecil Chul terbuka.
Hyun pun masuk ke dalam ruangan tersebut. Ruangan itu ternyata adalah tempat Chul menjagal korban-korbannya, Hyun menemukan cincin pernikahannya dengan Yeon disebuah saluran pembuangan air.

Ketika Chul menjemput anak-anak pulang sekolah dan tersisa satu orang anak perempuan dimana saat itu kondisi sudah gelap. Chul menyekap anak itu diarea perkebunan pinggir jalan dan hampir memperkosanya.
Tiba-tiba datang Hyun. Dan terjadilah perkelahian. Hingga Chul tak berdaya. Hyun pun memberi makan Chul dengan pil yang didalamnya ada GPS dan perekam sehingga kemanapun Chul pergi, dia dapat mengetahui keberadaan Chul.
Dari sinilah dimulai pembalasan Hyun terhadap Chul.

Hyun tak menduga dengan caranya yang menangkap, menyiksa, dan melepas Chul ternyata berdampak pada keluarga istrinya.

Ketika Chul dirawat diklinik dan mendengar pembicaraan Hyun dengan rekan agen rahasia tentang GPS didalam tubuhnya, ia pun kabur lalu menuju apotik dan membeli obat pencahar untuk mengeluarkan benda tersebut.
Setelah itu ia pergi kerumah ayah Yeon dan mulai menyakiti keluarga tersebut.

Hyun panik dan meminta bantuan detektif dan polisi untuk menolong.
Seorang polisi yang merupakan junior ayah Yeon dikepolisian begitu marah terhadap Hyun atas tindakan balas dendamnya yang sampai mengancam keselamatan keluarga seniornya itu.
Kondisi ayah dan adik perempuan Yeon sangat memprihatinkan.


Chul menghubungi Hyun dan minta berkelahi secara jantan ditengah kota.
Para polisi ikut berkerjasama untuk menangkap Chul dengan memantau dari pinggir toko.
Hyun pun datang dengan mobil yang melaju kencang dan merusak jendela mobilnya lalu menarik Chul kedalam mobil dan membawa lari menuju kerumah kecil Chul.
Para polisi merasa kecewa dan berusaha mengejar tapi tak bisa.

Hyun mengikat Chul dikayu tempat memegal kepala diruang jagal tersebut.
Chul memohon ampun sambil menangis dan meminta dibiarkan hidup.
Hyun berkata, "bagiamana dengan orang-orang yang kau bunuh ketika mereka memohon ingin hidup apa kau bebaskan"
Chul pun tertawa dan mulai memaki Soo Hyun dan mengatakan begitu malang nasib istrinya (Yeon). Dia memohon hidup karna sedang mengandung waktu itu.



Mendengar itu membuat Hyun begitu geram karna ia tak mengetahui jika istrinya sedang hamil.
Hyun pun mengikat tali yang terhubung dari alat pemenggal kepala ke arah pintu masuk dan menaruhnya dimulut Chul.
Ketika tali itu lepas dari mulutnya dengan otomatis pisau itu memotong kepala Chul.
Soo hyun meninggalkan pil pelacak/perekamnya disamping Chul.

Berselang ketika Hyun berjalan keluar lalu memasang headset ditelinganya. Orangtua dan anak laki-laki Chul datang. Mereka memanggil dan membuka pintu tapi ternyata tertahan dari dalam.

Chul berusaha berteriak agar mereka tidak membuka pintu.
Hyun seakan mati rasa mendengar semua teriakan Chul dari alat perekamnya. Dengan tatapan kosong ia terus berjalan

Pintu pun dipaksa dibuka dan ketika pintu terbuka talipun menarik hingga gigi Chul terlepas lalu pisau jatuh dan memotong kepala Chul.
Kepalanya pun terlempar tepat didepan orangtua dan anaknya.
Mereka sangar terkejut dan menangis histeris.

Hyun pun melepas headset ditelinganya dan membuang alat pelacak/perekamnya dijalan.

.........

Film ini mempertontonkan adegan sadis seperti pukulan di kepala
(dengan barbel, tongkat, dan lain-lain), bacokan, tusukan
pisau, pemerkosaan hingga yang paling menyakitkan untuk
ditonton: mutilasi.
Yang bikin salut semua adegan seolah realita jadi gak rugi deh nontonnya.
Mungkin diantara kalian sudah ada yang menontonnya? biggrin hehehe

Hypopituitarism !!

Diposting oleh Jesica Desy pada 04:22, 30-Jul-15 • Komentar (47)
ThumbnailHypopituitarism.... Apa sih hypopituitarism itu? *krikkkkk krikkkkkk krikkkkkk* Pertama kali aku dengar kata itu pada saat nonton sebuah film.. Udah lama sih kutonton,, waktu itu pas kelas 3 SMA. Tapi film ini membekas banget diingatan ku sampe sekarang... Bahkan berulang kali kutonton Orphan..... yapsss film ini adalah film psychological thriller garapan produser Leonardo Dicaprio. Film ini bergenre horror :o Aku bakal review sedikit tentang film orphan ini... Bercerita... [Baca selengkapnya]

♡ Officially Missing You ♡

Diposting oleh Jesica Desy pada 13:41, 24-Jul-15 • Komentar (23)
ThumbnailBukanlah tipe orang yang gampang ngerasa bosan. I always have something to do to spend my time. Dan selalu punya alasan untuk tersenyum dan tertawa. Tapi jujur, ada kondisinya suka ngerasa gengsi mengakui kalo lagi bosan sama hidup,, karena nyatanya rasa bosan itu paling cuma muncul sekitar beberapa jam doang sih. Namun dengan berat hati harus diakui… belakangan ini lagi ngerasa bosan sama keseharian. Kayaknya... [Baca selengkapnya]

" Hanya Sebuah Formalitas|Jee "

Diposting oleh Jesica Desy pada 19:41, 09-Apr-15 • Komentar (40)
ThumbnailTo. Jee Di dunia ini gak lepas dengan yang namanya formalitas ato basa-basi. Kalo kamu, Jee ! kamu seseorang yang gak suka basa-basi. Bagimu itu suatu kepalsuan yang bikin capek, munafik, gak apa adanya. Tapi pedihnya, di dunia ini tu kalo gak ngikutin formalitas yang ada... yaudah, pokoknya begitu deh. Jadi, suka atau tidak kamu harus melakukannya. Kebiasaanmu, kamu selalu menolak apa yang kamu... [Baca selengkapnya]

"Donat J.Co Topping Oreo, aku padamu"

Diposting oleh Jesica Desy pada 15:25, 04-Apr-15 • Komentar (22)
ThumbnailDi senja yang cerah nan teduh, rasa ngantuk mulai melanda apalagi kondisinya pas banget lagi kekenyangan huhuhu >_< Aku tidur aja jam 5.30 sore, nah aku anggep itu tidur siang yahh walaupun sebenernya tidurnya tu udah kesorean banget. Dan kata orangtua zaman dulu itu pamali tidur jam-jam segitu. Kagak baik katanya, apalagi buat anak perempuan... Tapi apa mau dikata, kantuk yang menggoda iman dengan ditemani... [Baca selengkapnya]

"Perdarahan Subkonjungtiva (MyStory)"

Diposting oleh Jesica Desy pada 11:18, 03-Apr-15 • Komentar (23)
ThumbnailAku pengen share pengalaman pertamaku mengalami perdarahan subkonjungtiva yang terjadi pas setahun yang lalu, Mei 2014. Waktu itu aku lagi mengikuti kulap (kuliah lapangan) selama seminggu didesa orang. Pas malam sebelum besok paginya pulang aku ngerasa mataku ada yang ngeganjal semacam kemasukan sesuatu dan aku kucek pelan-pelan. Gak terjadi apa, cuma temen sempat negur, "kok matamu merah?" Aku jawab "mungkin efek aku ngucek... [Baca selengkapnya]

"Versiku Tentang Senja Itu?"

Diposting oleh Jesica Desy pada 07:16, 21-Mar-15 • Komentar (49)
ThumbnailLawas badai,, udah enggak pernah posting diblog.. Jangan kan mau ngepost, ngebuka aja jarang... Udah sebulan lebih, hihihi... Baiklah.... to the point aja, ide tulisan ini tentang "Senja" Apa sih bagusnya senja, kenapa banyak orang selalu memuji senja. Difoto lalu diupload dimedia sosial. Atau mendeskripsikan senja dengan berbagai kalimat nan puitis yang bikin hati meleleh. Atau membuat lagu bertema senja. Misalnya kek penggalan lirik... [Baca selengkapnya]

"Yang Telah Terganti"

Diposting oleh Jesica Desy pada 12:34, 12-Peb-15 • Komentar (53)
ThumbnailBoleh kan,, sedikit mencurahkan uneg-uneg didalam hati?? Entah apa yang mestinya kusalahkan; harapan yang ketinggian, atau diriku yang terlalu terlambat untuk menyadari. Aku butuh lebih dari sekadar waktu untuk memahami bahwa aku sudah tidak seperti dulu lagi. Untuk memaklumi bahwa aku sudah tidak seindah dulu lagi. Untuk mengerti, bahwa aku sudah tidak seberarti dulu lagi. Khayalan masih menerbangkanku begitu sangat tinggi,, yang tanpa aku sadari... [Baca selengkapnya]

"Membuang-buang Air !!! "

Diposting oleh Jesica Desy pada 16:43, 06-Peb-15 • Komentar (45)
ThumbnailKisah yang ku tulis ini sebenarnya udah lama, sebelum punya blog, udah pernah ku upload di facebook dengan bahasa dan tulisan yang relatif singkat dan padat. Dan kali ini aku sunting dengan sedikit diperpanjang alur ceritanya.. Semoga bermanfaat. Mohon tanggapan, kritik dan sarannya ya all >_< ......................... Saat itu kamis malam, dan aku baru membaringkan tubuh diatas tempat tidur dengan sebuah buku baru... [Baca selengkapnya]

^^Aku Akan Membuatkanmu Pelangi^^

Diposting oleh Jesica Desy pada 13:29, 04-Peb-15 • Komentar (40)
ThumbnailTulisanku kali ini untuk memperingati (Hari Kanker Sedunia) World Cancer Day 4th February.. Semoga bermanfaat... .............................. Tidak ada yang bisa benar-benar mempersiapkanmu untuk kehilangan seseorang yang kamu cintai. Saat kukenang lagi, ketika dia mati sebagian diriku juga ikut mati. Saat itu Kris hampir berusia 20 tahun. Selama 4 tahun lebih dia berjuang melawan kanker. Ia telah menjalani radiasi dan kemoterapi. Ia telah mengalami remisi dan... [Baca selengkapnya]